HBAP Manfaatkan FABA untuk Paving Block di Halaman SD Negeri 16 Tanjung Agung

18 Agu 2026 · Keberlanjutan

Melalui program TJSL, HBAP memasang paving block berbahan FABA di halaman SD Negeri 16 Tanjung Agung sebagai wujud sinergi perusahaan, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam penerapan ekonomi sirkular.

PT Huadian Bukit Asam Power (HBAP) memasang paving block berbahan fly ash dan bottom ash (FABA) PLTU Tanjung Lalang (PLTU MT Sumsel-8) di halaman SD Negeri 16 Tanjung Agung. Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) ini menjadi salah satu wujud penerapan prinsip pembangunan berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.

Peresmian dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Muara Enim, Deddy Arianto Sutopo, S.Pd., dan Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan 5, Yones Tober, bersama Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muara Enim, unsur Tripika Kecamatan Tanjung Agung — Camat, Kapolsek, dan Danramil — serta Kepala Desa Tanjung Lalang selaku tuan rumah. HBAP diwakili Vice President Director dan Direktur HRGA. Kehadiran berbagai unsur tersebut menjadi gambaran sinergi antara perusahaan, pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan masyarakat.

Pemanfaatan FABA sebagai bahan dasar paving block merupakan penerapan ekonomi sirkular: material hasil samping proses pembangkitan listrik diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat, sesuai ketentuan dan standar yang berlaku.

Program ini merupakan bagian dari perjalanan panjang HBAP dalam mengembangkan pemanfaatan FABA. Sejak 2020, HBAP membangun kolaborasi dan melakukan berbagai studi serta pembelajaran bersama pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga penelitian, maupun pembangkit lain yang telah lebih dahulu mengembangkan pemanfaatan FABA — mulai dari studi banding ke PLTU UPP Tarahan, Lampung (2022), kunjungan pembelajaran ke Ende, Nusa Tenggara Timur (2023), penyusunan profil pemanfaatan FABA bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan perguruan tinggi setempat, studi banding ke PLTU Indramayu dan PLTU Suralaya (2024), hingga kajian bersama Pemerintah Kabupaten Muara Enim dan BRIN pada 2025 mengenai FABA sebagai bahan baku pupuk.

Keberhasilan pemanfaatan FABA tidak ditentukan oleh kemampuan teknologi semata, melainkan juga oleh kolaborasi dan dukungan para pemangku kepentingan. Dengan semangat mendukung pembangunan berkelanjutan, pemberdayaan masyarakat, dan ekonomi sirkular, HBAP berharap program ini terus berkembang dan meningkatkan kualitas infrastruktur serta kehidupan masyarakat sekitar — memastikan kehadiran perusahaan tidak hanya menghasilkan energi, tetapi juga manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dan lingkungan di sekitar wilayah operasionalnya.

Kembali ke ruang berita

Hubungi kami

Kirim pesan kepada kami.

Sampaikan keperluan Anda dan kami akan menghubungi kembali.

Data Anda hanya kami gunakan untuk menjawab pesan ini.